Berlatih Menepati Janji
Pagi tadi kulihat seorang Ibu bersitegang dengan tukang ojeg....sepertinya si tukang ojeg memaksa Ibu itu naik tapi si Ibu merasa bukan dia tukang ojeg yang dipanggilnya, dia tetap mau tukang ojeg yang tadi sudah dia panggil dan bersedia. Rupanya, sebelum si tukang ojeg yang dipanggil Ibu itu datang, lewatlah tukang ojeg lain yang kemudian memaksanya naik. "Sama saja Bu ! " kudengar tukang ojeg itu berteriak.
Tadinya aku pikir ngapain Ibu itu ngotot menunggu tukang ojeg yang sedang berputar arah, toh ada yang sudah di depan mata. Tapi jawabannya menarik untuk direnungkan, "Saya sedang berlatih menepati janji Mbak, ketika saya panggil dia dan dia mau, saat itu saya punya perjanjian dengan dia, ada sepotong harapan yang sudah saya tawarkan padanya, saya tidak mungkin mengingkari itu meski saya juga terburu-buru."
Berlatih menepati janji, tak terbayang sebelumnya itu yang dilakukan sang Ibu. Sederhana kelihatannya tapi seringkali susah untuk dijalankan bila tidak dikuatkan niatnya. Sudahkah kita melakukan seperti yang dilakukan Ibu itu ? Berlatih menepati janji.
Tadinya aku pikir ngapain Ibu itu ngotot menunggu tukang ojeg yang sedang berputar arah, toh ada yang sudah di depan mata. Tapi jawabannya menarik untuk direnungkan, "Saya sedang berlatih menepati janji Mbak, ketika saya panggil dia dan dia mau, saat itu saya punya perjanjian dengan dia, ada sepotong harapan yang sudah saya tawarkan padanya, saya tidak mungkin mengingkari itu meski saya juga terburu-buru."
Berlatih menepati janji, tak terbayang sebelumnya itu yang dilakukan sang Ibu. Sederhana kelihatannya tapi seringkali susah untuk dijalankan bila tidak dikuatkan niatnya. Sudahkah kita melakukan seperti yang dilakukan Ibu itu ? Berlatih menepati janji.
