mamandut

Thursday, October 27, 2005

Berlatih Menepati Janji

Pagi tadi kulihat seorang Ibu bersitegang dengan tukang ojeg....sepertinya si tukang ojeg memaksa Ibu itu naik tapi si Ibu merasa bukan dia tukang ojeg yang dipanggilnya, dia tetap mau tukang ojeg yang tadi sudah dia panggil dan bersedia. Rupanya, sebelum si tukang ojeg yang dipanggil Ibu itu datang, lewatlah tukang ojeg lain yang kemudian memaksanya naik. "Sama saja Bu ! " kudengar tukang ojeg itu berteriak.

Tadinya aku pikir ngapain Ibu itu ngotot menunggu tukang ojeg yang sedang berputar arah, toh ada yang sudah di depan mata. Tapi jawabannya menarik untuk direnungkan, "Saya sedang berlatih menepati janji Mbak, ketika saya panggil dia dan dia mau, saat itu saya punya perjanjian dengan dia, ada sepotong harapan yang sudah saya tawarkan padanya, saya tidak mungkin mengingkari itu meski saya juga terburu-buru."

Berlatih menepati janji, tak terbayang sebelumnya itu yang dilakukan sang Ibu. Sederhana kelihatannya tapi seringkali susah untuk dijalankan bila tidak dikuatkan niatnya. Sudahkah kita melakukan seperti yang dilakukan Ibu itu ? Berlatih menepati janji.

Tuesday, October 18, 2005

Tiga Pemberani Cilik

Sering kutemui mereka dalam perjalanan dengan angkot ke kantor. Mereka bersaudara, yang paling tua laki-laki umurnya sekitar 9-10 tahun, mungkin kelas 3 SD, yang kedua perempuan, umurnya 7-8 tahun, mungkin kelas 1 SD dan yang ketiga laki-laki, masih TK. Menurut info sopir angkot, ketiganya naik di daerah Ragunan, sekolah mereka di daerah Tanjung Barat, Pasar Minggu. Yang mengagumkan, mereka pergi sekolah sejauh itu hanya bertiga saja, naik angkot. tak tampak kekhawatiran, mereka saling berpegang tangan, tak pernah menjawab jika ditanya, hanya tersenyum. Sang kakak turun duluan, lantas membantu kedua adiknya turun dari angkot. Lalu mereka menyeberang jalan bergandengan. Penasaran aku dengan kedua orangtuanya, cara mereka mendidik, menanamkan pengertian bahwa ada bahaya, tapi tak perlu sampai memiliki ketakutan berlebihan. Bagaimana mereka menanamkan rasa percaya diri pada sang kakak bahwa dia bisa menjaga adik-adiknya. Tak mudah mencetak pemberani cilik di jaman penuh ketakutan dan kecurigaan.

Wednesday, October 05, 2005

Ensiklopedi kehidupan

Banyak yang suka membaca ensiklopedi, selain karena menarik juga menjadi tempat mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan kita tentang suatu pengetahuan. Tapi lebih menyenangkan lagi jika punya ensiklopedi kehidupan. Bukan kumpulan buku ensiklopedi yang memuat masalah-masalah kehidupan, tapi seorang sahabat yang selalu punya jawaban setiap kali kita bertanya tentang masalah hidup yang kita alami.

Mungkin banyak orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup, tapi tidak banyak orang yang mau meluangkan waktu membantu memikirkan atau menggunakan pengalamannya untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi seorang kawan.

Sungguh beruntung jika kita memiliki sahabat seperti itu. Akan lebih beruntung lagi jika kita belajar menjadi ensiklopedi kehidupan buat orang lain.