mamandut

Wednesday, June 21, 2006

Tiga Pemberani Cilik (2)

Cerita ini bukan kelanjutan tiga anak kecil pemberani yang kutulis 18 Oktober 2005 lalu. Jika di Tiga Pemberani Cilik terdahulu aku penasaran dan kagum dengan cara orangtua anak-anak itu mendidik anak pemberani di jaman penuh kecurigaan dan ketakutan seperti sekarang, di cerita ini aku penasaran sekaligus marah bercampur sedih, pada orang tua 3 anak kecil yang kutemui 2 malam yang lalu. Apa pasalnya ?

Tiga anak itu kutemui dalam angkot saat pulang kantor, sekitar pukul 7 malam. Yang terbesar perempuan, umurnya sekitar 10 tahun, dia menggendong anak kecil lain, yang umurnya kutaksir sekitar 10-11 bulan, sembari menggendong dia menggandeng anak perempuan kecil lain yang umurnya sekitar 3 tahun. Yang menarik perhatian pertama, adalah anak perempuan kecil itu, karena dia tidak pakai baju, hanya mengenakan celana pendek tipis di malam dingin itu. Kukira mereka pengemis, karena anak perempuan kecil tak berbaju itu memegang gelas bekas air mineral dan uang receh di dalamnya.

Jika 3 anak pemberani sebelumnya itu akan berangkat sekolah dan hanya tersenyum manis jika ditanya , maka anak perempuan kecil yang kutemui malam itu hanya memandang kosong sementara anak yang tertua memandang dengan penuh kecurigaan pada orang-orang yang mengajak mereka bicara.

Siapapun anak-anak itu, bagiku mereka tetap pemberani cilik, berjuang untuk bertahan hidup di jalanan.

Wednesday, June 14, 2006

Tanggal Merah

Dari jaman kita sekolah hingga sekarang kita kerja kantoran, tanggal merah pasti menarik perhatian. Ngaku deh, bahkan mungkin diharap-harapkan. Aku bahkan punya temen yang hobi ngapalin tanggal merah dalam setahun :-) Atau ada juga yang sudah menyusun rencana jauh-jauh hari dengan tanggal merah itu.

Rupanya bukan cuma kita yang berharap warna angka di kalender itu merah, tapi si Ichan, putri kecilku juga. Ini hasil ngobrolku dengannya soal warna merah di kalender ini.

Kalo angka di kalender warnanya merah, mama libur ya ?
Iya, betul nak (aku bingung juga, dari siapa konsep baru ini)
Kalo gitu Ichan kasih warna merah semua aja angkanya ya, biar mama libur terus
Tidak bisa begitu nak, bukan kita yang boleh kasih warna merah pada angka-angka itu
Trus siapa yang boleh ?
Orang yang tugasnya membuat kalender itu
Mama minta tolong saja sama yang buat kalender, supaya angkanya jadi merah semua Ma :-))

Pemandu Sorak

Pasti sudah kenal dengan istilah pemandu sorak, sekelompok orang yang bertugas untuk memberi semangat pada tim yang sedang bertanding, biasanya di bidang olahraga. Sekarang pemandu sorak tidak hanya banyak ada dalam pertandingan olahraga tetapi di banyak acara lainnya seperti acara-acara di televisi bahkan dalam acara peluncuran produk.

Meski aku bukan siapa-siapa, aku juga punya pemandu sorak, tentu saja dalam tanda kutip.
Mereka inilah yang menyemangati aku dalam banyak hal, memberi semangat saat aku lelah, memberi semangat saat aku jenuh, memberi semangat saat aku malas bahkan memberi peringatan saat aku terlena.

Terima kasih kuucapkan buat para pemandu sorak-ku, salah satunya pemandu sorak buat blogku ini. Mereka memberi semangat saat dua bulan terakhir tak juga ku-update blog ini.
Terima kasih dan jangan kapok ya jadi pemandu sorak :)